<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658</id><updated>2012-02-16T03:36:27.377-08:00</updated><category term='ANTHRAX : Penyakit hewan yang perlu diwaspadai'/><category term='Penanggulangan Anthrax (Radang Limpa) Di Indonesia'/><category term='Sejarah Penyakit Anthrax di Indonesia'/><category term='Radang  Limpa'/><category term='Gejala klinik Penyakit Anthrax'/><category term='Diagnosa laboratorium penyakit Anthrax'/><title type='text'>Anthrax</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658.post-7895176221043342065</id><published>2011-06-12T21:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T21:11:48.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diagnosa laboratorium penyakit Anthrax'/><title type='text'>Diagnosa laboratorium penyakit Anthrax</title><content type='html'>&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wQ-5DNnXjEY/TKm1OHM4ofI/AAAAAAAAAxM/XxTnXRNmV7M/s1600/bakteri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_wQ-5DNnXjEY/TKm1OHM4ofI/AAAAAAAAAxM/XxTnXRNmV7M/s1600/bakteri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;1. Identifikasi agen&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Pemeriksaan mikroskopis sediaan ulas darah perifer adalah cara yang sederhana dan tepat, bilamana hewan masih dalam keadaan sakit atau baru saja mati, selama belum terjadi pembusukan. Kumannya berbentuk batang besar, Gram positif, biasanya tersusun tunggal, berpasangan atau berantai pendek. Tidak terdapat spora. Dengan pewarnaan yang baik dapat dilihat adanya selubung (kapsel).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Pemeriksaan dengan pemupukan, bahan mengandung Anthrax berupa darah atau jaringan lain yang berasal dari hewan sakit atau baru saja mati, dengan mudah dapat dipupuk pada media buatan. Jika bahan berasal dari jaringan yang telah membusuk, maka akan timbul kesulitan-kesulitan karena: Kuman Anthrax mudah mati oleh pembusukan. Kuman-kuman anthrakoid akan ikut hadir dan tumbuh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;1.1. Spesimen segar&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;1.1.1.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Visualisasi kapsul&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;B. Anthracis berkapsul virulen terdapat di jaringan dan darah dan cairan tubuh lain dari hewan yang te;ah mati karena Anthrax dapat dilihat pada preparat ulas dari sepesimen tersebut yang telah dikeringkan, difixasi dan diwarnai dengan polychrome methylene blue (MÃ§adyeanÃÔ reaction). Kapsul terwarnai pink sementara sel bacillus terwarnai biru tua. Sel-selnya terlihat berpasang-pasangan, atau rangkaian pendek. Pewarnaan Gram dan Giemsa tidak dapat mendeteksi kapsul. Kapsul tidak terdapat pada B. anthracis yang tumbuh dalam kondisi aerobic dalam nutrient agar atau nutrient broth. Alternatifnya kapsul dapat diproduksi ketika B. anthracis ditumbuhkan pada nutrient agar yang mengandung 0,70% sodium bicarbonate dan diinkubasi dalam 20% CO2.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Polychrome methylene blue dibuat dengan cara sebagai berikut: 0,30 gram methylene blue dilarutkan dengan 30 ml 95% ethanol. 100 ml KOH 0,01% dicampur dengan larutan methylene blue. Idealnya MÃ§adyeanÃÔ stain ini harus dibiarkan kontak dengan udara dengan digoyang-goyang sesekali selama paling tidak 1 tahun untuk mengoksidasi dan mematangkan. Penambahan K2CO3 (untuk konsentrasi akhir 1%) akan mempermudah pematangan pewarnaan. Preparat ulas yang diperlukan hanya satu tetes darah atau cairan jaringan yang diulaskan secara tipis. Setelah difiksasi dan dikeringkan, satu tetes kecil (20 l) larutan p[ewarna diteteskan pada preparat ulas dan diratakan dengan loop. Setelah satu menit dicuci dengan air ke dalam larutan hypochlorite (ada 10.000 ppm chlorine). Slide diblot, dikeringkan dan diobservasi dengan oil immersion (x1000) untuk melihat adanya kapsul pink yang mengelilingi bacilli yang berwarna biru/hitam. Untuk menghindari kontaminasi laboratorium, slide dan kertas blotting harus diautoclave atau di didesinfeksi dengan hypochlorite.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;1.1.2. Pembiakan dan identifikasi B. anthracis&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;B. anthracis tumbuh pada hampir semua tipe Nutrient Agar, akan tetapi 5 s/d 7% Sheep Blood Agar atau Horse Blood Agar merupakan medium diagnostik pilihan. Darah adalah merupakan material klinis utama untuk diuji. Sweb darah atau cairan tubuh lainnya atau sweb yang diambil dari jaringan atau organ yang terserang dapat ditumbuhkan pada blood agar. Setelah inkubasi selama 1 malam (overnight) pada suhu 37 oC, coloni B. anthracis berwarna putih atau abu-abu keputihan dengan diameter 0,3 – 0,5 mm, non haemolitik dengan permukaan basah ground-glass, dan sangat lengket ketika di ambil dengan loop. Ciri-ciri ini disebut sebagai ÅÎedusa head¡¦ Untuk mengidentifikasi B. anthracis dapat diikuti dengan uji untuk diagnosa phage gamma dan kerentanan terhadap penicillin dan induksi kapsul. Uji ada tidaknya motility merupakan uji tambahan yang dapat dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Prosedur uji kerentanan B. anthracis terhadap bakteriophage gamma sebagai berikut; streak platte blood agar atau Nutrient agar dengan organisme tersebut dan teteskan 10 ¡¦5 ul larutan phage pada 1 tempat yang di streak. Petri dish yang mengandung 10 unit penicillin ditempatkan di arah yang berbeda. Biarkan tetesan suspensi phage masuk kedalamnya dan inkubasi pada suhu 37 oC. Biakan kontrol harus dimasukkan, untuk itu menggunakan strain vaksin . setelah diinkubasi beberapa jam jika biakan itu B. anthracis daerah dibawah phage akan terhindar dari tumbuhnya Bakteri akibat lysisnya B. anthracis, dan zona terang akan terlihat mengelilingi petri dish yang mengandung penicillin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;1.1.3. Konfirmasi virulensi dengan polymerase chain reaction (PCR)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Template DNA dapat dibuat dengan cara meresuspensi koloni B. anthracis pada nutrient agar dengan 25 l air suling dan dipanaskan pada suhu 95 C selama 10 menit; disentrifuse sebentar pada suhu 4 C; supernatannya dapat digunakan untuk PCR. Target gen yang diamplifikasi adalah protective antigen dengan PCR product 596 bp dan kapsul dengan PCR product 846 bp.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;1.2. Spesimen lama, bahan yang telah diproses dan bahan dari lingkungan termasuk tanah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;1.2.1. Karena kemungkinan tercemar dengan mikroorganisme lain yang akan membingungkan ketika ditumbuhkan pada nonselesctive agar, disarankan menggunakan prosedur sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;- Sampel dihancurkan dengan 2 volume air suling, dan ditempatkan pada tangas air suhu 62,5 C selama 15 menit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;- Encerkan hingga 10, 100 atau 1000 kali. 10-100 mikroliter ditanam pada blood agar dan 2250-300 mikrolter pada PLTE agar (polymixin, lysozyme, EDTA, thgallous acetate). Semua diinkubasi pada suhu 37 C.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;- Setelah diinkubasi satu malam koloninya diuji menggunakan cara yang tersebut diatas seperti pada spesimen segar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;2. Pemeriksaan biologik&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Hewan percobaan yang terbaik adalah marmut. Meskipun mencit cukup baik, tetapi mencit sangat rentan terhadap kontamin lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;o Setelah disuntik secara subkutan, marmot biasanya mati dalam waktu 36-48 jam, paling lama pada hari kelima. Jaringan marmut tersebut penuh dengan kuman Anthrax dan di bawah kulit tempat suntikan terjadi infiltrasi gelatin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;o Penyuntikan hewan percobaan adalah cara yang paling tepat untuk membedakan kuman anthraks dari kuman anthrakoid.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;3. Pemeriksaan serologik&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;3.1.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Uji Ascoli&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Uji termopresipitasi Ascoli sangat berguna untuk menentukan jaringan tercemar Anthrax. Untuk uji Ascoli diperlukan serum presipitasi bertiter tinggi. Jaringan tersangka di-ekstrasi dengan air dengan cara perebusan, atau dengan penambahan kloroform. Cairan jernih yang diperoleh mengandung protein Anthrax, jika jaringan tersebut mengandung kuman Anthrax. Cairan tersebut disebut presiptinogen yang dipertemukan secara pelan-pelan dengan serum presipitasi (presipitin) dalam tabung sempit. Reaksi positif akan ditandai dengan terbentuknya cincin putih pada batas pertemuan antara kedua cairan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;3.2. Enzyme linked immunosorbent assay (ELIZA)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 3-5 g/ml komponen protective antigen (PA) toxin B. anthracis digunakan sebagai antigen pada pH tinggi (9,5) menggunakan carbonate-coating buffer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;3.3. Uji hipersensitivitas (Anthraxin)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Uji ini dilakukan dengan cara menyuntikan 0,1 ml anthraxin secara intradermal pada hewan. Dilakukan pengamatan kulit 24 – 48 jam setelah penyuntikan, apakah timbul erythema atau tidak. Uji ini sebagai refleksi adanya cell-mediated immunity.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;4.&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Diagnosa banding&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax harus dibedakan dari kematian yang mendadak oleh sebab lain. Pada sapi dan babi, terutama sekali oleh pasteurellosis yang disertai gambaran pembengkakan pada leher. Pada sapi dan domba infeksi dengan Clostridia dapat menyebabkan kematian mendadak. Pada sapi perlu diperhatikan pula penyakit-penyakit leptospirosis akut, anaplasmosis, bacillary hemoglobinuria dan keracunan-keracunan oleh tanaman, timah atau fosfor yang akut. Pada kuda, anemia infectiosa yang akut, purpura hemorrhagica, macam-macam kolik, keracunan timah, dan sunstroke, mempunyai gejala-gejala serupa dengan Anthrax. Pada babi, hog cholera akut, malignant oedema bentuk pharyngeal mempunyai gejala-gejala serupa dengan Anthrax.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Pada sapi dan kerbau dapat dikacaukan dengan keracunan, radang otak, penyakit pencernaan bentuk jahat AE, SE, surra, pirosplasmosis akut, rinderpest, dan penyakit Jembrana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Pada kuda dapat dikacaukan dengan surra, terutama jika dilihat dari timbulnya busung.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 13px;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Berita Iptek&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Topik:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/topik/biologi/" rel="category tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;" title="View all posts in Biologi"&gt;Biologi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tags:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/anthraxin/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Anthraxin&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/b-anthracis/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;B. anthracis&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/diagnosa-banding/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Diagnosa banding&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/diagnosa-laboratorium/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Diagnosa laboratorium&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/eliza/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;ELIZA&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/enzyme-linked-immunosorbent-assay/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Enzyme linked immunosorbent assay&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/identifikasi-agen/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Identifikasi agen&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/pcr/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;PCR&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/pemeriksaan-biologik/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Pemeriksaan biologik&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/pemeriksaan-serologik/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Pemeriksaan serologik&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/penyakit-anthrax/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;penyakit Anthrax&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/polychrome-methylene-blue/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Polychrome methylene blue&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/polymerase-chain-reaction/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;polymerase chain reaction&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/spesimen-segar/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Spesimen segar&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/template-dna/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Template DNA&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/termopresipitasi/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;termopresipitasi&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/uji-ascoli/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Uji Ascoli&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/uji-hipersensitivitas/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Uji hipersensitivitas&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kamusilmiah.com/tag/visualisasi-kapsul/" rel="tag" style="color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Visualisasi kapsul&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1413720679787769658-7895176221043342065?l=penyakitantrax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/7895176221043342065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/diagnosa-laboratorium-penyakit-anthrax.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/7895176221043342065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/7895176221043342065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/diagnosa-laboratorium-penyakit-anthrax.html' title='Diagnosa laboratorium penyakit Anthrax'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wQ-5DNnXjEY/TKm1OHM4ofI/AAAAAAAAAxM/XxTnXRNmV7M/s72-c/bakteri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658.post-3524027218401281313</id><published>2011-06-12T20:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T20:59:08.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gejala klinik Penyakit Anthrax'/><title type='text'>Gejala klinik Penyakit Anthrax</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://duniasapi.com/id/images/stories/artikel/20100809100826_45004.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://duniasapi.com/id/images/stories/artikel/20100809100826_45004.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Dikenal beberapa bentuk Anthrax ialah bentuk perakut, akut dan kronis.&amp;nbsp;Anthrax bentuk perakut gejala penyakit sangat mendadak dan segera terjadi kematian karena ada pendarahan otak. Gejala tersebut berupa sesak nafas, gemetar, kemudian hewan rebah. Pada beberapa kasus menunjukkan gejala kejang. Pada sapi, domba dan kambing, mungkin terjadi kematian tanpa menunjukkan gejala-gejala penyakit sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax bentuk akut pada sapi, kuda dan domba, gejala-gejala penyakitnya mula-mula demam, penderita gelisa, kemudian depresi, sopor, pernafasan susah, detak jantung frekuen dan lemah, kejang dan penderita segera mati. Selama penyakit berlangsung, demamnya dapat mencapai 41,5 0C, ruminasi berhenti, produksi susu berkurang, pada ternak yang sedang bunting mungkin terjadi keguguran. Dari lubang-lubang kumlah mungkin keluar ekskreta berdarah. Gejala Anthrax akut pada kuda dapat berupa demam, kedinginan, kolik yang berat, tidak ada nafsu makan, depresi hebat, otot-otot lemah, mencret berdarah, bengkak di daerah leher, dada, perut bagian bawah dan dibagian kelamin luar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax bentuk kronis biasanya terdapat pada babi, tetapi kadang-kadang juga terdapat pada sapi, kuda dan anjing dengan lesi-lesi lokal yang terbatas pada lidah dan tenggorokan. Pada satu kelompok babi yang mendapat infeksi, beberapa babi diantaranya mungkin mati karena Anthrax akut tanpa menunjukkan gejala penyakit sebelumnya. Beberapa babi yang lain menunjukkan pembengkakan yang cepat pada tenggorokan, yang pada beberapa kasus menyebabkan kematian karena lemas. Kebanyakan babi didalam kelompok tersebut menderita Anthrax kronis yang ringan, yang berangsur-angsur akan sembuh. Bila babi tersebut disembelih, pada kelanjar limfa servikal dan tonsil terdapat infeksi Anthrax.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax kutan ditandai dengan pembengkakan di macam-macam tempat di bagian tubuh. Terdapat pada sapi dan kuda, bila luka-luka atau lecet-lecet kulit dicemari oleh kuman Anthrax.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Gambaran klinik sebagai tersebut di atas berbeda-beda, bergantung pada perluasan penyakit dan jenis hewan yang terkena.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;li&gt;Pada kuda Anthrax biasanya menyebabkan kolik, mungkin karena torsil intestinal atau invaginasi, tidak disertai akumulasi tinja dan gas. Sering juga disertai busung di daerah leher, dada, bahu dan pharynx. Busung tersebut berbeda dengan pembengkakan yang disebabkan oleh purpura hemorrhagica, karena perkembangannya cepat, ada rasa nyeri, demam tinggi dan perbedaan lokalisasinya. Gejala gelisah jarang terdapat tetapi selalu mengalami sesak nafas dan kebiruan. Penyakit tersebut biasanya berakhir 8-36 jam, atau kadang-kadang sampai 3-8 hari.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;li&gt;Pada sapi, gejala-gejala permulaan kurang jelas kecuali demam tinggi sampai 42 oC. biasanya sapi-sapi tersebut terus digembalakan atau dikerjakan. Dalam keadaan serupa itu sapi dapat mendadak mati dikandang, dipadang gembalaan atau saat sedang dipekerjakan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Penyakit ini ditandai dengan gelisah, waktu sedang menguyah menanduk benda-benda keras, kemudian dapat diikuti oleh gejala-gejala penyakit umum seperti hewan menjadi lemah, panas, tubuh tidak merata, paha gemetar, rasa nyeri meliputi pinggang, perut atau seluruh badan. Nafsu makan tidak ada. Sekresi susu dan ruminasi berhenti. Perut agak kembung. Pada puncak penyakit darah keluar melalui dubur, mulut lubang hidung dan kemihnya bercampur darah. Pada beberapa kasus terdapat bungkul-bungkul keras berisi cairan jernih atau nanah, pada selaput lendir mulut terdapat bercak-bercak, lidah bengkak dan kebiruan, serta ludah keluar dari mulut. Kadang-kadang terdapat Anthrax pharyngeal primer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Gejala-gejala umum Anthrax berupa pembengkakan didaerah leher, dada, sisi lambung, pinggang, dan alat kelamin luar. Pembengkakan tersebut berkembang dengan cepat dan meluas, bila diraba-raba panas, konsistensinya lembik atau keras, sedang kulit didaerah tersebet normal atau terdapat luka yang mengeluarkan eksudat cair yang berwarna kuning muda. Pembengkakan pada leher sering melanjut menyebabkan pharyngtis dan busung glottis, menyebabkan sesak nafas yang memberatkan penyakit. Pada selaput lendir rektum terdapat pembengkakan berupa bungkul-bungkul. Pembengkakan serupa itu juga dapat terjadi karena infeksi pada waktu eksplorasi rektal atau pengosongan isi usus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Pada beberapa kasus terjadi buang air sukar dan nyeri, tinja bercampur darah, yang berwarna merah hitam dan jaringan nekrotik yang mengelupas. Kadang-kadang terdapat penyembulan rektum. Daerah perineum bengkak. Selaput lendir panas. Pada selaput lendir panas. Pada selaput lendir vagina sering terdapat busung gelatin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax kulit primer maupun sekunder jarang terdapat. Penyakit ini biasanya berakhir setelah 10-36 jam, kadang-kadang sampai 2-5 hari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax kronis dapat pula terjadi pada sapi yang berlangsung selama 2-3 bulan. Hewan-hewan yang menderita penyakit akan menjadi kurus dengan cepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;li&gt;Pada domba dan kambing, biasanya bentuk perakut dengan perubahan-perubahan apopleksi serebral, hewan-hewan yang terserang tiba-tiba pusing, berputar-putar, gigi gemetar dan mati hanya dalam beberapa menit setelah darah keluar dari lubang-lubang tubuh. Pada kasus yang kurang cepat, penyakit tersebut hanya berlangsung selama beberapa jam, dengan tanda-tanda : gelisah, berputar-putar, respirasi berat dan cepat, jantung berdebar-debar, tinja dan kemihnya berdarah. Ludah keluar dari mulut dan terjadi konvulsi. Busung dan enteritis jarang terdapat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada babi, gejala penyakitnya berupa demam dan pharyngtis dengan pembengkakan didaerah subparotidea dan larynx yang berlangsung cepat (Anthraxangana). Pembengkakan tersebut dapat meluas dari leher sampai dahi muka dan dada, menyebabkan kesulitan makan dan bernafas. Selaput lendir kebiruan, pada kulit terdapat noda-noda merah, mencret, disfagia, muntah dan sesak nafas menyebabkan hewan mati lemas.&amp;nbsp;Pada kasus tanpa pembengkakan leher, gejala penyakitnya mungkin hanya berupa lemah, tidak ada nafsu makan dan menyedirikan. Pada Anthrax lokal atau kronis, hewannya sering tampak normal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada anjing dan pemakan daging ( carnivora ) lainnya, gejala penyakit berupa gastroenteritis dan pharyngitis, tetapi kadang-kadang hanya demam. Setelah makan daging yang mengandung kuman Anthrax, bibir dan lidah menjadi bengkak, atau timbul bungkul-bungkul pada rahang atas. Kadang-kadang dapat terjadi infeksi umum melalui erosi pada selaput lendir kerongkongan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada manusia, sering ditemukan bentuk ( kutan ) serangannya bersifat lokal, dapat juga disebut Anthrax lokal. Pada luka tersebut terjadi rasa nyeri, yang diikuti dengan pembentukan bungkul merah pucat ( karbongkel ) yang berkembang jadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah. Bila pecah akan meninggalkanjaringan nekrotik. Bungkul berikutnya muncul berdekatan. Jaringan sekitarnya tegang, bengkak dengan warna merah tua pada kulit sekitarnya. Bila dalam waktu bersamaan gejala demam muncul, infeksi menjadi umum ( generalis ) dan pasien mati karena septisemi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Bentuk usus ( intestinal ) sering disertai haemoragik, kenyerian yang sangat didaerah peryt, muntah-muntah, kaku dan berakhir dengan kolaps dan mati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Pada bentuk infeksi lewat pernafasan, terjadi pleuritis dan broncho-pneumoni.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Bentuk gabungan juga bisa terjadi. Setelah infeksi usus kemudian muncul kebengkakan bersifat busung di bagian tubuh yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;sumber&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;kamusilmiah.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1413720679787769658-3524027218401281313?l=penyakitantrax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/3524027218401281313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/gejala-klinik-penyakit-anthrax.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/3524027218401281313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/3524027218401281313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/gejala-klinik-penyakit-anthrax.html' title='Gejala klinik Penyakit Anthrax'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658.post-8510561433105207</id><published>2011-06-12T20:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T21:19:29.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANTHRAX : Penyakit hewan yang perlu diwaspadai'/><title type='text'>ANTHRAX : Penyakit hewan yang perlu diwaspadai</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Qvzu6aMpsUo/TWkv6-bpTkI/AAAAAAAAAqY/y8kitMtFqEs/s1600/Penyakit-Anthrax.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="279" src="http://4.bp.blogspot.com/-Qvzu6aMpsUo/TWkv6-bpTkI/AAAAAAAAAqY/y8kitMtFqEs/s320/Penyakit-Anthrax.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Penyakit&amp;nbsp;&lt;i&gt;Anthrax&amp;nbsp;&lt;/i&gt;atau radang limpa adalah salah satu penyakit zoonosis penting yang saat ini banyak dibicarakan orang di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="GramE"&gt;Penyakit zoonosis berarti dapat menular dari hewan ke manusia.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="GramE"&gt;Penyakit ini hampir setiap tahun selalu muncul di daerah endemis, yang akibatnya dapat membawa kerugian bagi peternak dan masyarakat luas.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="GramE"&gt;Hampir semua jenis ternak (sapi, kerbau, kuda, babi, kambing dan domba) dapat diserang anthrax, termasuk juga manusia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Menurut catatan, anthrax sudah dikenal di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;sejak jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1884 di daerah Teluk Betung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Selama tahun 1899 - 1900 di daerah Karesidenan Jepara tercatat sebanyak 311 ekor sapi terserang anthrax, dari sejumlah itu 207 ekor mati. Pada tahun 1975, penyakit itu ditemukan di enam daerah : Jambi, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kemudian, 1976-1985, anthrax berjangkit di 9 propinsi dan menyebabkan 4.310 ekor ternak mati. Dalam beberapa tahun terakhir ini, hampir setiap tahun ada kejadian anthrax di Kabupaten Bogor yang menelan korban jiwa manusia. Akhir-akhir ini diberitakan media elektronik maupun cetak, 6 orang dari Babakan Madang meninggal dunia gara-gara memakan daging yang berasal dari ternak sakit yang diduga terkena anthrax. Kejadian ini telah mendorong Badan Litbang Pertanian mengambil langkah proaktif untuk meneliti kejadian ini agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 373.65pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 373.65pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Penyebab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Penyakit anthrax disebabkan oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang sangat ganas dan sulit. diberantas karena merupakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Soil Bomed Disease,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang secara harfiah dapat diartikan: ‘penyakit dari tanah’.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang berbentuk persegi panjang berderet (bila dilihat dengan mikroskop) seperti gandengan kereta api ini dapat membentuk spora dan dapat hidup berpuluh-­puluh tahun di dalam tanah. Di dalam tubuh penderita,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&lt;/i&gt;terdapat di dalam darah dan organ-organ dalam terutama limpa. Itu sebabnya penyakit ini dikenal dengan sebutan radang limpa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Sebetulnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sendiri tidak begitu tahan terhadap suhu tinggi dan bermacam desinfektan, namun mereka mudah sekali membentuk spora yang cahan kekeringan dan mumpu hidup lama di tanah yang basah, lembab atau di daerah yang sering tergenang air. Itu sebabnya, ternak yang mati karena anthrax dilarang diseksi (bedah mayat) atau dipotong untuk menghindari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berubah menjadi spora dan tersebar ke mana-mana oleh angin, air, serangga dan mencemari tanah. Sekali tanah tercemar spora, maka spora di tanah tersebut sangat berbahaya dan suatu saat dapat menyebabkan penyakitnya muncul kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 16.55pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 342.95pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 16.55pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 342.95pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Cara Penularan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 4.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Bacillus anthracis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;tidak berpindah langsung dari ternak satu ke ternak yang lain, taJJi biasanya masuk ke dalam tubuh ternak bersama makanan, perkakas kandang atau dari tanah (rumput). Infeksi tanah inilah yang dianggap paling penting dan berbahaya. Spora yang ada di dalam tanah bisa naik ke atas oleh pengolahan tanah dan hinggap di rumput, yang kemudian dimakan ternak bersama sporanya. Demikian juga spora itu bisa masuk ke dalam kulit, apabila hewan itu berada dan tidur di tempat yang tercemar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 4.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Spora ini akan tumbuh dan berbiak dalam jaringan tubuh dan menyebar ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah. Ternak penderita penyakit anthrax dapat menulari ternak lain, melalui cairan&amp;nbsp;&lt;i&gt;(eksudat)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan dapat menjadi sumber untuk munculnya kembali wabah di masa berikutnya. Cara penularan lain, bila ternak penderita sampai dipotong/bedah atau kalau sudah mati sempat termakan burung liar pemakan bangkai, sehingga sporanya dapat mencemari tanah sekitarnya, serta menjadi sulit untuk menghilangkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Pada manusia, spora anthrax dapat masuk baik Icwat mulut karena makan bahan makanan (daging) yang tercemar ataupun lewat kulit yang terluka atau bekas gigitan serangga. Oleh karena itu, ternak yang terkena penyakit anthrax dilarang keras untuk dipotong dan dikonsumsi. Selain itu, spora juga dapat masuk ke tubuh manusia lewat pernapasan, yang dapat menyebabkan penderita mengalami radang paru-paru. Hal inilah sekarang yang menjadi berita dunia, karena orang yang tidak bertanggung jawab (teroris) menyebarkan spora anthrax melalui surat atau cara-cara lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 63.8pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 63.8pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Gejala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Ada beberapa bentuk penyakit anthrax pada ternak, yaitu per&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;akut, akut dan kronis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 63.8pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Bentuk per akut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Jalannya penyakit sangat mendadak dan segera terjadi kematian akibat pendarahan di otak. Gejala tersebut berupa sesak napas, gemetar, kemudian ternak roboh dan mati. Disamping itu, terkadang ternak itu terus mati sebelum nampak tanda-tanda bahwa ia sakit. Dan kerap kali diagnosa ditentukan setelah mati, yaitu terjadi pembesaran limpa membengkak 2-4 kali dari ukuran normal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 11.75pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17.5pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Bentuk akut (pada sapi, kuda, kambing dan domba)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Mula-mula demam, gelisah, kemudian terjadi depresi, sukar bernapas, detak jantung cepat tetapi lemah, kejang dan penderita segera mati, dengan dibarengi keluar cairan berdarah dari lubang ataupun mulut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Selama penyakitnya berlangsung, demamnya dapat mencapai 41-420C, produksi susu menurun drastis. Pad a ternak bunting mungkin terjadi keguguran sebelum mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 17.5pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Bentuk Kronis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 5.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Umumnya terdapat pada babi, tetapi kadang-kadang terjadi juga pada jenis ternak lain.Gejalanya ditandai dengan adanya lepuh-Iepuh lokal yang terbatas pada lidah dan tenggorokan, serta leher bengkak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Pada orang yang terinfeksi&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;biasanya menderita sakit perut yang hebat (radang usus), muntah-muntah, kaku yang kadang kolaps dan bisa mati. Pada infeksi lewat pernapasan, penderita menunjukkan gejala radang paru-paru. Sedangkan infeksi lewat kulit umumnya bersifat lokal, kemudian menjadi borok merah pucat atau kehitaman dan keluar cairan berwarna merah bening. Luka atau borok ini susah sembuh. Untuk itu, sebaiknya penderita segera ke Puskesmas atau Dokter terdekat dan menceritakan dengan sejelas-jelasnya kejadian tersebut, terutama bila makan daging yang dicurigai atau hasil potongan gelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 1.2pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;-­&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 14.4pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 14.4pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 14.4pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Semua ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan kuda) harus divaksin secara teratur. Mintalah bantuan petugas Dinas Peternakan setempat atau Dokter hewan terdekat.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12.95pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Jagalah kebersihan dan kesehatan kandang, dengan selalu membersihkan kotoran dan desinfektasi, serta upaya penghapusan hama penyakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12.95pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Berilah makanan dalam jumlah cukup dan bermutu (bergizi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12.95pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Bagi ternak besar (kerbau dan sapi), jangan terlalu dipaksakan kerja berat. Keletihan dan kurang makan dapat mempermudah berjangkitnya wabah penyakit anthrax. Aturlah cara kerja yang baik, sehingga tidak menyebabkan ternak sangat lelah, untuk itu aturlah waktu istirahat yang tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 16.3pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0cm; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 16.3pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Cara Penanggulangan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 16.3pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 13.2pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 0cm; margin-top: 3.1pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Terhadap Temak yang Sehat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Ternak yang sehat, tapi tinggal sekelompok dengan yang sakit diberi suntikan serum atau antibiotik, dan setelah kurang lebih 5 hari baru divaksin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Ternak yang sehat, 5-10 km dari daerah yang tercemar (pusat wabah) penyakit diadakan vaksinansi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 16.3pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 18pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Terhadap Temak yang Sakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Pisahkan segera dari ternak yang sehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Pengobatan dengan serum dan atau kombinasi antibiotik&amp;nbsp;&lt;i&gt;(penicillium, Streptomycin&lt;span class="GramE"&gt;,Oxitetracyclin&lt;/span&gt;, Chloramphenicol)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;atau terapi&lt;i&gt;(Sulametazine, Sulafanilamide, Sulafapyridin&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;lain-lain).&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Setelah penderita sembuh dapat divaksinasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Bagi ternak yang sudah mati akibat anthrax, dibakar, diberi desinfektan kemudian dikubur. Sedangkan bangkai yang sudah terlanjur dikubur, tanahnya dibuka kembaIi, tanah galian diberi desinfektan dan kapur, serta bangkai dibakar, kemudian kuburan kembali ditutup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Susu yang berasal dari ternak sa kit harus dimusnahkan, dibuang dengan dicampur larutan formalin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;sumber:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 8.15pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;www.litbang.deptan.go&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;. Id&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1413720679787769658-8510561433105207?l=penyakitantrax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/8510561433105207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/anthrax-penyakit-hewan-yang-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/8510561433105207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/8510561433105207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/anthrax-penyakit-hewan-yang-perlu.html' title='ANTHRAX : Penyakit hewan yang perlu diwaspadai'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Qvzu6aMpsUo/TWkv6-bpTkI/AAAAAAAAAqY/y8kitMtFqEs/s72-c/Penyakit-Anthrax.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658.post-3446093746831655561</id><published>2011-06-07T00:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T05:31:48.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radang  Limpa'/><title type='text'>Radang Limpa</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="siteSub" style="display: inline; font-size: 12px; font-weight: normal;"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/div&gt;&lt;div id="contentSub" style="color: #7d7d7d; font-size: 11px; line-height: 1.2em; margin-bottom: 1.4em; margin-left: 1em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: auto;"&gt;&lt;div class="flaggedrevs_short plainlinks noprint" id="mw-fr-revisiontag" style="background-color: white; border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; float: right; font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: -10px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 2px; padding-right: 2px; padding-top: 2px; position: absolute; right: 80px; top: -3em; z-index: 1;"&gt;&lt;img alt="Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini" class="flaggedrevs-icon" src="http://bits.wikimedia.org/w/extensions-1.17/FlaggedRevs/client/img/1.png" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; margin-left: 0.2em; margin-right: 0.2em; vertical-align: middle;" title="Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini" /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bantuan:Validasi_halaman" style="background-attachment: initial !important; background-clip: initial !important; background-color: initial !important; background-image: none !important; background-origin: initial !important; background-position: initial initial !important; background-repeat: initial initial !important; color: #0645ad; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; text-decoration: none;" title="Bantuan:Validasi halaman"&gt;Belum Diperiksa&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;b&gt;Anthrax&lt;/b&gt;&amp;nbsp;beralih ke halaman ini. Untuk band metal, lihat&amp;nbsp;Anthrax (band)&lt;/div&gt;&lt;table cellspacing="5" class="infobox" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f9f9f9; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(170, 170, 170); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(170, 170, 170); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(170, 170, 170); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; clear: right; color: black; float: right; font-size: 11px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 1em; margin-right: 0px; margin-top: 0.5em; padding-bottom: 0.2em; padding-left: 0.2em; padding-right: 0.2em; padding-top: 0.2em; text-align: left; width: 22em;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: lightgrey; font-size: 14px; text-align: center; vertical-align: top;"&gt;&lt;b&gt;Antraks&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="text-align: center; vertical-align: top;"&gt;&lt;i&gt;Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th colspan="2" style="text-align: center; vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bacillus_anthracis_Gram.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" height="127" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Bacillus_anthracis_Gram.jpg/190px-Bacillus_anthracis_Gram.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; vertical-align: middle;" width="190" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="text-align: center; vertical-align: top;"&gt;&lt;small&gt;Foto Mikro&amp;nbsp;Pewarnaan Gram&amp;nbsp;bakteri&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&lt;/i&gt;yang menyebabkan radang limpa.&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;ICD-10&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;A22.minor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;ICD-9&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;022&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=OMIM&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="OMIM (halaman belum tersedia)"&gt;OMIM&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&amp;nbsp;606410&amp;nbsp;&amp;nbsp;608041&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diseases_Database" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Diseases Database"&gt;DiseasesDB&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="external text" href="http://www.diseasesdatabase.com/ddb1203.htm" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(data:image/png; background-origin: initial; background-position: 100% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #3366bb; padding-right: 13px; text-decoration: none;"&gt;1203&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MedlinePlus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="MedlinePlus (halaman belum tersedia)"&gt;MedlinePlus&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="external text" href="http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001325.htm" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(data:image/png; background-origin: initial; background-position: 100% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #3366bb; padding-right: 13px; text-decoration: none;"&gt;001325&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/EMedicine" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="EMedicine"&gt;eMedicine&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="external text" href="http://www.emedicine.com/med/topic148.htm" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(data:image/png; background-origin: initial; background-position: 100% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #3366bb; padding-right: 13px; text-decoration: none;"&gt;med/148&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;th style="vertical-align: top;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medical_Subject_Headings" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Medical Subject Headings"&gt;MeSH&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/th&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a class="external text" href="http://www.nlm.nih.gov/cgi/mesh/2009/MB_cgi?field=uid&amp;amp;term=D000881" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(data:image/png; background-origin: initial; background-position: 100% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #3366bb; padding-right: 13px; text-decoration: none;"&gt;D000881&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;&lt;b&gt;Radang limpa&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(bahasa Inggris:&amp;nbsp;&lt;i&gt;anthrax&lt;/i&gt;) adalah&amp;nbsp;penyakit menular&amp;nbsp;akut dan sangat&amp;nbsp;mematikanyang disebabkan bakteri&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bacillus anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam bentuknya yang paling&amp;nbsp;ganas.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-tod_0-0" style="line-height: 1em;"&gt;[1]&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Antraks bermakna "batubara" dalam&amp;nbsp;bahasa Yunani, dan&amp;nbsp;istilah&amp;nbsp;ini digunakan karena kulit para&amp;nbsp;korbanakan berubah hitam. Antraks paling sering menyerang&amp;nbsp;herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-tod_0-1" style="line-height: 1em;"&gt;[1]&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Penyakit ini bersifat&amp;nbsp;zoonosis&amp;nbsp;yang berarti dapat ditularkan dari&amp;nbsp;hewan&amp;nbsp;ke&amp;nbsp;manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-tod_0-2" style="line-height: 1em;"&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="toc" id="toc" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f9f9f9; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(170, 170, 170); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(170, 170, 170); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(170, 170, 170); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; font-size: 12px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div id="toctitle" style="text-align: center;"&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial; color: black; display: inline; font-size: 12px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: auto;"&gt;Daftar isi&lt;/h2&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctoggle" style="font-size: 11px;"&gt;[&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#" id="togglelink" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;sembunyikan&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="line-height: 1.5em; list-style-image: none; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.3em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-1" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Faktor_virulensi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Faktor virulensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-2" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Penularan_dan_gejala" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Penularan dan gejala&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;ul style="line-height: 1.5em; list-style-image: none; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 2em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-3" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Penjangkitan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.1&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Penjangkitan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-4" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Simptom" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Simptom&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-5" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Penanganan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Penanganan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-6" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Jenis-jenis" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Jenis-jenis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-7" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Referensi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Referensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-8" style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#Pranala_luar" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;6&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="toctext"&gt;Pranala luar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="editsection" style="float: right; font-size: 13px; margin-left: 5px;"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radang_limpa&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sunting bagian: Faktor virulensi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Faktor_virulensi"&gt;Faktor virulensi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Faktor&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Virulensi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Virulensi (halaman belum tersedia)"&gt;virulensi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari penyakit ini disebabkan oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang berasal dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapsul" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Kapsul"&gt;kapsul&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toksin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Toksin (halaman belum tersedia)"&gt;toksin&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-dix_1-0" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-dix-1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Kapsul dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;terdiri dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;poly D-glutamic acid&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang tidak berbahaya (non toksik) bagi dirinya sendiri.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-dix_1-1" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-dix-1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Kapsul ini dihasilkan oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmid" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Plasmid"&gt;plasmid&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pX02 dan berfungsi untuk melindungi sel dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fagositosis" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Fagositosis"&gt;fagositosis&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lisis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Lisis (halaman belum tersedia)"&gt;lisis&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-dix_1-2" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-dix-1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Toksin yang dihasilkan oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berasal dari&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmid" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Plasmid"&gt;plasmid&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pX01 yang memiliki AB&amp;nbsp;&lt;i&gt;model&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(&lt;i&gt;activating&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;binding&lt;/i&gt;). Toksin dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;terdiri dari tiga jenis, yaitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;protective antigen&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(PA) yang berasal dari kapsul&amp;nbsp;&lt;i&gt;poly D- glutamic acid&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;edema factor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(EF), dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;lethal factor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(LF).&lt;sup class="reference" id="cite_ref-dix_1-3" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-dix-1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;Ketiga toksin ini tidak bersifat&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Racun" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Racun"&gt;racun&lt;/a&gt;&amp;nbsp;secara&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individual&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Individual (halaman belum tersedia)"&gt;individual&lt;/a&gt;, namun dapat bersifat toksik bahkan&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Letal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Letal (halaman belum tersedia)"&gt;letal&lt;/a&gt;&amp;nbsp;jika ada dua atau lebih. Toksin PA dan LF akan mengakibatkan aktivitas yang letal, EF dan PA akan mengakibatkan penyakit&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edema" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Edema"&gt;edema&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(nama lain dari penyakit anthrax), toksin EF dan LF akan saling merepresi (inaktif), sedangkan jika ada ketiga toksin tersebut (PA, LF, dan EF), maka akan mengakibatkan edema,&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nekrosis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Nekrosis (halaman belum tersedia)"&gt;nekrosis&lt;/a&gt;dan pada akhirnya mengakibatkan kematian (letal).&lt;sup class="reference" id="cite_ref-dix_1-4" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-dix-1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Bila spora anthrax masuk ke dalam tubuh dan kemudian sudah tersebar di dalam peredaran darah, akan tercipta suatu&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Mekanisme (halaman belum tersedia)"&gt;mekanisme&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertahanan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Pertahanan"&gt;pertahanan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sel darah putih"&gt;sel darah putih&lt;/a&gt;, namun sifatnya hanya sementara.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Brock_2-0" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-Brock-2" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Setelah spora dari pembuluh darah terakumulasi dalam&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sistem"&gt;sistem&lt;/a&gt;&amp;nbsp;limpa, maka&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Infeksi"&gt;infeksi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;akan mulai terjadi.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Brock_2-1" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-Brock-2" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Racun dari toksin yang dihasilkan oleh sel vegetatif tersebut akan mengakibatkan pendarahan&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Internal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Internal (halaman belum tersedia)"&gt;internal&lt;/a&gt;(&lt;i&gt;internal bleeding&lt;/i&gt;) sehingga mengakibatkan kerusakan pada beberapa&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Jaringan"&gt;jaringan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bahkan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Organ"&gt;organ&lt;/a&gt;&amp;nbsp;utama. Jika racun dari toksin tersebut telah tersebar, maka&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antibiotik" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Antibiotik"&gt;antibiotik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;apapun tidak akan berguna lagi.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Brock_2-2" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-Brock-2" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="editsection" style="float: right; font-size: 13px; margin-left: 5px;"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radang_limpa&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sunting bagian: Penularan dan gejala"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Penularan_dan_gejala"&gt;Penularan dan gejala&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Manusia dapat terinfeksi bila&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontak&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Kontak (halaman belum tersedia)"&gt;kontak&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daging" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Daging"&gt;daging&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Tulang"&gt;tulang&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Kulit"&gt;kulit&lt;/a&gt;, maupun&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kotoran" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Kotoran"&gt;kotoran&lt;/a&gt;. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mengidap&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Mengidap (halaman belum tersedia)"&gt;mengidap&lt;/a&gt;&amp;nbsp;antraks&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Infeksi"&gt;Infeksi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;antraks jarang terjadi namun hal yang sama tidak berlaku kepada herbivora-herbivora seperti&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ternak" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ternak"&gt;ternak&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kambing" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Kambing"&gt;kambing&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unta" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Unta"&gt;unta&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antelop" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Antelop"&gt;antelop&lt;/a&gt;. Antraks dapat ditemukan di seluruh dunia. Penyakit ini lebih umum terjadi di negara-negara&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkembang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Berkembang (halaman belum tersedia)"&gt;berkembang&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Negara"&gt;negara&lt;/a&gt;-negara tanpa program&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Kesehatan"&gt;kesehatan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;umum untuk penyakit-penyakit hewan. Beberapa daerah di dunia seperti (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Amerika Selatan"&gt;Amerika Selatan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Tengah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Amerika Tengah"&gt;Tengah&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Selatan dan Timur,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Asia"&gt;Asia&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Afrika"&gt;Afrika&lt;/a&gt;, Karibia dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_Tengah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Timur Tengah"&gt;Timur Tengah&lt;/a&gt;) melaporkan kejadian antraks yang lebih banyak terhadap hewan-hewan dibandingkan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Antraks biasa ditularkan kepada&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;disebabkan pengeksposan kepada&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Hewan"&gt;hewan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sakit" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sakit"&gt;sakit&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atau hasil ternakan seperti&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Kulit"&gt;kulit&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daging" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Daging"&gt;daging&lt;/a&gt;, atau memakan daging hewan yang tertular antraks. Selain itu, penularan juga dapat terjadi bila seseorang menghirup&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spora" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Spora"&gt;spora&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari produk hewan yang sakit misalnya kulit atau&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Bulu"&gt;bulu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang dikeringkan. Pekerja yang tertular kepada hewan yang mati dan produk hewan dari negara di mana antraks biasa ditemukan dapat tertular&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;, dan antraks dalam ternakan&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liar" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Liar"&gt;liar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dapat ditemukan di&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt;. Walaupun banyak pekerja sering tertular kepada jumlah&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spora" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Spora"&gt;spora&lt;/a&gt;&amp;nbsp;antraks yang banyak, kebanyakan tidak menunjukkan&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Simptom&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Simptom (halaman belum tersedia)"&gt;simptom&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="editsection" style="float: right; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-left: 5px;"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radang_limpa&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sunting bagian: Penjangkitan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Penjangkitan"&gt;Penjangkitan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Antraks dapat memasuki tubuh manusia melalui&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Usus"&gt;usus&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paru" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Paru-paru"&gt;paru-paru&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(dihirup), atau kulit (melalui&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Luka" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Luka"&gt;luka&lt;/a&gt;). Antraks tidak mungkin tersebar melalui manusia kepada manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Bakteri&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini termasuk&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Bakteri"&gt;bakteri&lt;/a&gt;&amp;nbsp;gram positif, berbentuk basil, dan dapat membentuk&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spora" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Spora"&gt;spora&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Endospora&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Endospora (halaman belum tersedia)"&gt;Endospora&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang dibentuk oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;B. anthracis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan bertahan dan akan terus berdormansi hingga beberapa tahun di&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Tanah"&gt;tanah&lt;/a&gt;. Di dalam tubuh hewan yang saat ini menjadi inangnya tersebut, spora akan bergerminasi menjadi&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sel"&gt;sel&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vegatatif&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Vegatatif (halaman belum tersedia)"&gt;vegatatif&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan akan terus membelah di dalam tubuh. Setelah itu, sel vegetatif akan masuk ke dalam peredaran darah inangnya. Proses masuknya spora anthrax dapat dengan tiga cara, yaitu&amp;nbsp;:&lt;/div&gt;&lt;ol style="line-height: 1.5em; list-style-image: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 3.2em; margin-right: 0px; margin-top: 0.3em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;i&gt;inhaled anthrax&lt;/i&gt;, dimana spora anthrax terhirup dan masuk ke dalam&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saluran_pernapasan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Saluran pernapasan (halaman belum tersedia)"&gt;saluran pernapasan&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;i&gt;cutaneous anthrax&lt;/i&gt;, dimana spora anthrax masuk melalui kulit yang&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terluka&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Terluka (halaman belum tersedia)"&gt;terluka&lt;/a&gt;. Proses masukkanya spora ke dalam manusia sebagian besar merupakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;cutaneous anthrax&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(95% kasus).&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.1em;"&gt;&lt;i&gt;gastrointestinal anthrax&lt;/i&gt;, dimana daging dari hewan yang dikonsumsi tidak dimasak dengan baik, sehingga masih megandung&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spora" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Spora"&gt;spora&lt;/a&gt;dan termakan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="editsection" style="float: right; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-left: 5px;"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radang_limpa&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sunting bagian: Simptom"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Simptom"&gt;Simptom&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan adalah&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mual&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Mual (halaman belum tersedia)"&gt;mual&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pusing" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Pusing"&gt;pusing&lt;/a&gt;, muntah, tidak&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nafsu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Nafsu (halaman belum tersedia)"&gt;nafsu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;makan,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Suhu"&gt;suhu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;badan meningkat,&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muntah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Muntah (halaman belum tersedia)"&gt;muntah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berwarna coklat atau merah,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buang_air_besar" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Buang air besar"&gt;buang air besar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit). Sedangkan, gejala antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Kemudian lesi tadi membesar, menjadi&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borok" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Borok"&gt;borok&lt;/a&gt;, pecah dan menjadi sebuah&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Luka" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Luka"&gt;luka&lt;/a&gt;. Jaringan di sekitarnya membengkak, dan lesi gatal tetapi agak terasa sakit. Tipe kulit terjadi setelah mengomsumsi daging yang terkena antraks. Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, dan berbau.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="editsection" style="float: right; font-size: 13px; margin-left: 5px;"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radang_limpa&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sunting bagian: Penanganan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Penanganan"&gt;Penanganan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Secara umum, perawatan untuk penyakit anthrax dapat dilakukan dengan pemberian&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antibiotik" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Antibiotik"&gt;antibiotik&lt;/a&gt;, biasanya&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penisilin" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Penisilin"&gt;penisilin&lt;/a&gt;, yang akan menghentikan pertumbuhan dan produksi toksin.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-sam_3-0" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-sam-3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Pemberian antitoksin akan mencegah pengikatan toksin terhadap sel.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-sam_3-1" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-sam-3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Terapi tambahan, seperti&lt;i&gt;sedation&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pemberian obat penenang).&lt;sup class="reference" id="cite_ref-sam_3-2" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-sam-3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Namun, pada level toksin sudah menyebar dalam pembuluh darah dan telah menempel pada&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Jaringan"&gt;jaringan&lt;/a&gt;maka toksin tidak dapat dinetralisasi dengan antibiotik apapun.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-sam_3-3" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-sam-3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Walaupun dengan pemeberian antitoksin, antibiotik, atau terapi, pasien tentu mempunyai rasio kematian.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-sam_3-4" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_limpa#cite_note-sam-3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1413720679787769658-3446093746831655561?l=penyakitantrax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/3446093746831655561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/radang-limpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/3446093746831655561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/3446093746831655561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/radang-limpa.html' title='Radang Limpa'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658.post-5077689750670608608</id><published>2011-06-06T23:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T05:35:22.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penanggulangan Anthrax (Radang Limpa) Di Indonesia'/><title type='text'>Penanggulangan Anthrax (Radang Limpa) Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Anthrax adalah penyakit menular terutama menyerang binatang herbivora, tetapi juga menyerang semua mamalia termasuk manusia dan beberapa spesies unggas. Manusia juga rentan terhadap infeksi, meskipun tidak serentan hewan pemamah biak. Anthrax merupakan salah satu zoonosis yang penting dan sering menyebabkan kematian pada manusia. Penyakit Anthrax tidak hanya penting pada industri peternakan, tetapi juga penting dalam populasi kehidupan binatang liar dan manusia, terutama mereka yang tertular melalui pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Penyakit Anthrax dilaporkan bersifat perakut, subakut dan jarang dalam bentuk kronis. Penyakit ini biasanya bersifat akut atau perakut pada pelbagai jenis ternak (pemamah biak, kuda, babi dan sebagainya), yang disertai dengan demam tinggi dan disebabkan oleh Baccillus anthracis. Biasanya ditandai dengan perubahan-perubahan jaringan bersifat septisemi, timbulnya infiltrasi serohemoragi pada jaringan subkutan dan subserosa, dan pembengkakan akut limpa. Pelbagai jenis hewan liar ( rusa, kelinci, babi hutan dan sebagainya ) dapat pula terserang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/div&gt;Di Indonesia Anthrax menyebabkan banyak kematian pada ternak, kehilangan tenaga kerja di sawah dan tenaga tarik, serta kehilangan daging dan kulit karena ternak tidak boleh dipotong. Kerugian ditaksir sebesar dua milyar rupiah setiap tahun.&lt;br /&gt;Gejala klinis ante-mortem pada bentuk perakut dan akut mungkin tidak terlihat. Penyakit bentuk subakut bisa diikuti oleh demam progresif, nafsu makan hilang, depresi, lemah, dan kematian. Pada penyakit bentuk kronis bisa terlihat pembengkakan lokal, demam, pembengkakan limpoglandula, kematian bisa terjadi apabila jalan udara telah tersumbat.&lt;br /&gt;Uji post-mortem pada hewan yang baru mati harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari infeksi pada operator dan kontaminasi lingkungan (bisa terlihat beberapa lesi yang tidak pathogenis). Lesi-lesi umum terlihat pada binatang septicemia umum yang sering diikuti dengan pembesaran limpa yang disertai konsistensi ÇÃlackberry jam¡¦dengan sedikit gumpalan darah. Hemoragi dari hidung, mulut dan/atau anus pada waktu kematian merupakan tanda umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #5d5d5d; font-family: Verdana, Arial, 'Times New Roman', sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1413720679787769658-5077689750670608608?l=penyakitantrax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/5077689750670608608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/penanggulangan-anthrax-radang-limpa-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/5077689750670608608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/5077689750670608608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/penanggulangan-anthrax-radang-limpa-di.html' title='Penanggulangan Anthrax (Radang Limpa) Di Indonesia'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1413720679787769658.post-7804548912458097299</id><published>2011-06-06T23:47:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T05:37:17.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Penyakit Anthrax di Indonesia'/><title type='text'>Sejarah Penyakit Anthrax di Indonesia</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="articleinfo" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 0.85em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-transform: uppercase; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #890000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clear" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; color: #666666; font-size: 10px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; float: left; font-size: 12px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0pt; margin-right: 20px; margin-top: 5px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="sejarah penyakit anthrax di  indonesia" border="0" src="http://duniasapi.com/id/images/stories/artikel/750_anthrax1.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-style: initial; border-top-style: none; border-width: initial; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;" title="sejarah penyakit anthrax di indonesia" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bagaimana&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;sejarah penyakit Anthrax &amp;nbsp;di Indonesia&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;?. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dari kasus-kasus yang tercatat sbb :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1884,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Diketemukan suatu penyakit yang sangat mirip dengan&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pada kerbau di daerah Teluk Betung. Tak lama kemudian menyebar&amp;nbsp; di beberapa daerah di Indonesia selama tahun&amp;nbsp; 1885- 1886.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1885,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Salah seorang pejabat tinggi Belanda yaitu Kolonial Verslag melaporkan adanya penyakit&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;di Buleleng (Bali), Rawas (Palembang), dan Lampung. Pada tahun berikutnya juga dilaporkan kejadian di daerah Banten, Padang,Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1899-1930,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Selama tahun&amp;nbsp; 1899- 1900, 1914, 1927- 1928 dan 1930, tercatat kejadian-kejadian&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Anthrax&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;di berbagai tempat di Jawa dan luar Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1906-1957,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Menurut Sukmanegara, seorang ahli yang mendalami penyakit&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;epidemi penyakit ini pada sapi, kerbau, kambing, domba dan babi terjadi pada periode 1906-1957, di berbagai daerah daerah di Indonesia seperti di : Jambi, Palembang, Padang, Bengkulu, Buktitinggi, Sibolga, Medan, Jakarta, Purwakarta, Bogor, Priangan, Banten, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Surakarta, Bayumas, Madiun, Bojonegoro, Sumbawa, Sumba, Lombok, Flores, Timur Roti, Bali, SulawesiSelatan, Menado, Donggala dan Palu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1910-1930,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;di Sumatera, penyakit&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;terdapat di seluruh pulau. Wabah penyakit ini &amp;nbsp;terjadi di Jambi dan Palembang (1910), Padang, Bengkulu, dan Palembang (1914), di Padang, BukitTinggi, Palembang, dan Jambi (1927, 1928), Sibolga, Palembang, dan Medan (1930).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1975, wabah anthrax&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;berjangkitdi enam daerah, yaitu : Jambi, Jawa Barat, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulewesi Tenggara. Derajat sakit (morbidity rate) tiap 100.000 populasi hewan dalam ancaman tiap provinsi menunjukkan,derajat tertinggi ada di Jambi (530 tiap 100.000) dan terendah di JawaBarat (0,1 tiap 100.000). Dari laporan itupun diketahui, lima daerah mempunyai derajat sakit lebih rendah dari 15 tiap 100.000 populasi dalam ancaman dan hanya Jambi yang mempunyai angka ekstrim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1980,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;d&lt;/strong&gt;i Nusa Tenggara Timur, penyakit&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;dikenal di Sumba Timur yang meminta korban sapi, kuda, kerbau, babi,anjing, dan manusia. Hewan yang paling banyak terserang adalah kuda. Karena musim kering yang panjang, kuda-kuda makan rumput yang akar-akarnya masih mengandung spora penyakit&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&lt;/strong&gt;. Manusia yang terserang tidak ada yang mati, tetapi 14 orang menderita karbunkel kulit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 1997,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;pada bulan April&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Indonesia sempat dikejutkan kasus&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pada sapi di Victoria dan New South Wales (Australia). Masalahnya ,sebagian daging sapi yang dijual di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia,berasal dari Australia. Untuk melindungi konsumen diIndonesia, Direktorat Jenderal Peternakan sempat mengeluarkan larangan sementara impor daging sapi dan bahan-bahan asal hewan dari Negeri Kanguru itu, sampai situasi benar-benar aman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 2000,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Indonesia di kejutkan lagi dengan&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;munculnya&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;di peternakan burung unta (Struthio camelus), di Purwakarta, Jawa Barat, bahkan satu-per satu warga yang terserang&amp;nbsp;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bermunculan. Meski umumnya unggas tahan terhadap&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anthrax&lt;/strong&gt;, burung unta termasuk satwa yang peka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://duniasapi.com/id/templates/gk_twn/images/bullet_2x2.png); background-origin: initial; background-position: 0px 0.8em; background-repeat: no-repeat no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tahun 2001,&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Indonesia mengguncang negara Arab Saudi, saat pemerintah negara itu mendapat tiga paket berisi bubuk mencurigakan, yang ternyata mengandung Anthrax. Salah satu diantaranya berasal&amp;nbsp; dari Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: small; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sumber : Heriblog.web.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1413720679787769658-7804548912458097299?l=penyakitantrax.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/feeds/7804548912458097299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/sejarah-penyakit-anthrax-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/7804548912458097299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1413720679787769658/posts/default/7804548912458097299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penyakitantrax.blogspot.com/2011/06/sejarah-penyakit-anthrax-di-indonesia.html' title='Sejarah Penyakit Anthrax di Indonesia'/><author><name>drh IKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06712994975940040076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
