Tampilkan postingan dengan label Radang Limpa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radang Limpa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

Radang Limpa


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Antraks
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal
Foto Mikro Pewarnaan Gram bakteri Bacillus anthracisyang menyebabkan radang limpa.
ICD-10A22.minor
ICD-9022
OMIM 606410  608041
DiseasesDB1203
MedlinePlus001325
eMedicinemed/148 
MeSHD000881
Radang limpa (bahasa Inggris: anthrax) adalah penyakit menular akut dan sangat mematikanyang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas.[1] Antraks bermakna "batubara" dalam bahasa Yunani, dan istilah ini digunakan karena kulit para korbanakan berubah hitam. Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan.[1] Penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.[1]

Daftar isi

 [sembunyikan]

[sunting]Faktor virulensi

Faktor virulensi dari penyakit ini disebabkan oleh B. anthracis yang berasal dari kapsul dantoksin.[2] Kapsul dari B. anthracis terdiri dari poly D-glutamic acid yang tidak berbahaya (non toksik) bagi dirinya sendiri.[2] Kapsul ini dihasilkan oleh plasmid pX02 dan berfungsi untuk melindungi sel dari fagositosis dan lisis.[2] Toksin yang dihasilkan oleh B. anthracis berasal dariplasmid pX01 yang memiliki AB model (activating dan binding). Toksin dari B. anthracis terdiri dari tiga jenis, yaitu protective antigen (PA) yang berasal dari kapsul poly D- glutamic acidedema factor (EF), dan lethal factor (LF).[2]Ketiga toksin ini tidak bersifat racun secara individual, namun dapat bersifat toksik bahkan letal jika ada dua atau lebih. Toksin PA dan LF akan mengakibatkan aktivitas yang letal, EF dan PA akan mengakibatkan penyakit edema (nama lain dari penyakit anthrax), toksin EF dan LF akan saling merepresi (inaktif), sedangkan jika ada ketiga toksin tersebut (PA, LF, dan EF), maka akan mengakibatkan edema, nekrosisdan pada akhirnya mengakibatkan kematian (letal).[2]